Managing Partner Dens & Partners Lawfirm Mengecam Teror Kepala Babi terhadap Jurnalis Tempo: “Ini Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”
Jakarta – Managing Partner Dens & Partners Lawfirm, Deni, dengan tegas mengecam aksi teror berupa kepala babi yang dialami jurnalis Tempo. Ia menilai tindakan ini bukan sekadar intimidasi biasa, melainkan sebuah serangan serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.
“Tindakan teror terhadap jurnalis adalah ancaman bagi demokrasi. Walaupun Tempo adalah media yang kerap mengkritik pemerintah, ini tidak bisa menjadi alasan bagi siapa pun untuk melakukan tindakan keji seperti ini,” ujar Deni dengan nada geram.
Sementara itu, Hendarsam ketua umum Lisan ( Lingkar Nusantara ) menegaskan bahwa aparat kepolisian harus segera turun tangan dan menangkap pelaku. Ia mengingatkan bahwa di tengah situasi politik yang sensitif, kejadian seperti ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan spekulasi liar dan bahkan menuding pemerintah sebagai dalangnya.
“Ini harus diusut tuntas! Karena dalam suasana semacam ini, pihak-pihak tertentu, bahkan pelakunya sendiri, ingin membuat spekulasi liar untuk menuding pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hendarsam menyoroti pentingnya perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik mereka. Ia menekankan bahwa selama Tempo berdiri di Republik Indonesia, mereka berhak mendapatkan perlindungan penuh sesuai dengan prinsip hukum dan demokrasi yang dianut negeri ini.
“Apalagi mereka adalah anak-anak bangsa! Kita boleh berbeda pendapat, boleh berseberangan, tetapi ketika satu anak bangsa yang terusik, semua anak bangsa harus merasa tersakiti,” ucapnya penuh emosi.
Insiden teror ini telah memicu kecaman luas dari berbagai pihak. Publik menuntut aparat penegak hukum untuk bertindak cepat agar kebebasan pers tetap terjaga dan tidak menjadi korban terorisme dalam bentuk apa pun. Akankah keadilan ditegakkan? Semua mata kini tertuju pada langkah yang akan diambil oleh pihak kepolisian.